Detail Cantuman Kembali
deteksi dini penyakit asma dengan spirometer menggunakan metode neural network (NN)
Kesehatan tubuh merupakan bagian terpenting dalam hidup kita. Tercatat 57 juta kematian di dunia, dimana 36 juta di antaranya disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM), terutama penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, dan penyakit pernapasan kronis. Penyakit asma merupakan salah satu penyakit yang banyak ditemui pada sistem pernafasan seseorang. Penyakit ini menyerang seseorang dengan indikasi adanya penyempitan saluran udara (bronkus) dalam tubuh yang berfungsi mengalirkan oksigen ke paru-paru dan rongga dada, sehingga aliran udara menjadi terhambat penderita akan sulit bernafas atau dikenal dengan sesak nafas. Riset kesehatan dasar tahun 2013 prevalensi asma di Indonesia mencapai 4,5 % dari populasi, dengan jumlah kumulatif kasus asma sekitar 11.179.032 asma berpengaruh pada disabilitas dan kematian dini. Saat ini asma termasuk dalam 14 besar penyakit yang menyebabkan disabilitas di seluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah sebuah alat spirometer dalam mendiagnosis penyakit asma secara mandiri dan ditampilkan pada PC yang berupa diagnosa dan data angka yang akan dibandingkan dengan parameter FEV dan FVC1. Sehingga masyarakat dapat mencegah dini penyakit asma sebelum terserang lebih parah. Pada penelitian ini diperoleh data perhitungan tekanan udara antara manusia dengan paru – paru kondisi normal dan yang tidak normal atau terserang penyakit asma dengan nilai error 2,48% menggunakan metode Neural Network (NN).
Elvira Diah Febrianti - Personal Name
Muhammad Taufiqurrohman, S.T., M.T. - Personal Name
Joko Subur, S.T., M.T. - Personal Name
Muhammad Taufiqurrohman, S.T., M.T. - Personal Name
Joko Subur, S.T., M.T. - Personal Name
623.22.18 Elv d
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2022
Surabaya
xi, 83 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







